Laman

Selasa, 17 November 2009

Full House (Episode 13)

Paginya saat berpapasan dengan Ji-eun di wastafel, Young-jae berusaha menutupi kegugupannya dengan mencela gadis itu namun ia buru-buru minta maaf. Di meja makan, hatinya semakin sakit ketika istrinya tersebut meminta ijin untuk bisa bersama Min-hyuk.

Meski tidak rela, Young-jae berbesar hati dan mengatakan supaya Ji-eun memilih hal yang terbaik. Ucapan itu malah membuat Ji-eun kesal, ia keluar rumah dan meneruskan rencananya menemui Min-hyuk sambil uring-uringan. Diam-diam, Ji-eun berharap agar Young-jae menunjukkan rasa cemburu dan mencegahnya.

Pikiran Ji-eun menerawang saat Min-hyuk menegurnya, gadis itu belakangan menceritakan bahwa pernikahan kontraknya diperpanjang menjadi 3 tahun. Min-hyuk berusaha menenangkan, namun ucapan Ji-eun membuat pria itu terkejut : meski kerap diperlakukan buruk dari Young-jae, gadis itu dengan mata berkaca-kaca mengaku hanya bersama sang suami dirinya bisa bahagia.

Dirumah, Young-jae berganti tugas dengan Ji-eun yaitu membersihkan rumah. Setelah selesai, ia dengan antusias menunggu sang istri pulang didepan rumah, namun mengelak ketika ditanya. Young-jae penasaran dengan hasil pertemuan Ji-eun dan Min-hyuk, namun jawaban yang diperoleh malah membuat keduanya kembali bertengkar.

Merasa ada perubahan pada diri sang istri, Young-jae mengkonfrontir Ji-eun namun gadis itu mampu berkelit. Mendengar Ji-eun menunjukkan gelagat tidak baik, Young-jae yang ketakutan menawarkan untuk mengerjakan tugas rumah sampai novel Ji-eun rampung. Ucapan tersebut ditambah permintaan maaf membuat Ji-eun semakin heran campur penasaran.

***

Mendengar suara gaduh didapur, Ji-eun langsung berlari dan terkejut mendengar penuturan Young-jae bahwa jarinya putus. Dengan ekspresi ngeri, gadis itu mencari potongan jari tersebut namun terhenti begitu mendengar suaminya menyebut soal memasak nasi.

Dengan tersenyum bandel, Young-jae menunjukkan jarinya yang sebenarnya tidak apa-apa. Sempat bersyukur, Ji-eun berubah jengkel dan memberi pelajaran pria itu dengan menggigitnya hingga Young-hae berteriak kesakitan. Saat ditanya mengenai perasaannya tentang kedekatan Ji-eun dan Min-hyuk, Young-jae mengatakan tidak merasa cemburu (padahal hatinya terasa sakit).

Saat bertemu Hae-won, Young-jae menceritakan perihal perpanjangan masa kawin kontraknya. Meski kecewa, gadis itu menyatakan bakal menunggu. Jawaban tersebut diikuti oleh tindakan mengunjungi rumah orang tua Young-jae untuk merebut perhatian mereka, Ji-eun yang juga kebetulan datang tidak berdaya dan hanya bisa menghela napas mendengar keakraban Hae-won dengan keluarga suaminya.

Setelah ‘keakraban’ itu, Hae-won mengajak Ji-eun mengobrol dan mengatakan bahwa Young-jae telah memilihnya. Diam-diam terpukul oleh penuturan rivalnya itu, Ji-eun mengambil keputusan untuk bercerai supaya tidak merintangi hubungan sang suami dengan Hae-won. Ia memutuskan untuk meminjam uang pada Dong-wook dan Hee-jin, yang terheran-heran melihat tingkah gadis itu.

Setiba dirumah, Ji-eun memutuskan untuk membuat hati Young-jae senang dengan menuruti perintah pria itu, dan sebelum masuk ia melepas cincin kawinnya. Melihat sikap yang berubah, Young-jae berusaha mengerjai dengan harapan Ji-eun bakal melawan, namun tidak berhasil karena gadis itu terus menurut.

Melihat di jari Ji-eun tidak ada cincin, Young-jae marah dan mengira itu alasan gadis itu menurut. Melihat wajah yang sedih, pria itu berinisiatif untuk memulai aksi gambarnya, dan meminta Ji-eun melakukan hal serupa pada tangannya. Sikap manis Young-jae membuat Ji-eun semakin berat melupakan sosoknya.

Keesokan harinya sebelum berangkat menemui Min-hyuk untuk menyerahkan skenario, Ji-eun berpesan supaya Young-jae tidak keluar rumah. Seperti yang sudah diduga, skenario tersebut diterima dengan baik namun wajah Ji-eun nampak tidak bersemangat. Ketika ditanya saat diantar pulang, gadis itu berusaha menutupinya dengan wajah ceria.

Berusaha membalas Young-jae yang kerap membuatnya menunggu, Ji-eun mengajak Min-hyuk untuk menghabiskan waktu bersama (meski sebelumnya ia menceritakan alasan dibalik tindakan itu). Saat pulang, ia kaget melihat semua hiasan yang dibuat Young-jae menyambut keberhasilannya. Membangunkan sang suami, Ji-eun menuturkan niatnya untuk bercerai.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...