Laman

Kamis, 22 April 2010

Hello Miss (Episode 8)

Dengan cueknya, Soo-ha meninggalkan Dong-gyu dan Chan-min yang sedang bertengkar dan nyaris saja terlibat masalah dengan segerombolan gadis berandal kalau saja Jeong-sook dan Joon-young tidak muncul menyelamatkan.

Dari penuturan Joon-young saat ketiganya berada di tempat pemandian, Soo-ha baru sadar betapa rumitnya hubungan sang mendiang ibu, ayah dan ibu tirinya. Paginya, tanpa sengaja mobil Joon-young nyaris menabrak Hwa-ran yang dengan keji berusaha menyebarkan berita miring seputar penjualan Hwa Ahn Dang.

Ketika jam makan siang tiba, lagi-lagi nasib membuat Soo-ha berpapasan dengan Dong-gyu dan Chan-min. Kedua pria itu sama-sama terkejut saat tahu saingan mereka ternyata menghabiskan waktu bersama Soo-ha sehari sebelumnya, dan aroma persaingan memperebutkan cinta pun semakin kental.

Di Seoul, Man-bok terus teringat akan masa-masa indah di Hwa Ahn Dan dan mendadak mendapat ide untuk menuntaskan kerinduannya terhadap tempat bersejarah itu (dan sang pelayan Lee Hak). Dengan cepat, ia membangun sebuah panggung yang diperuntukkan untuk kontes menyanyi untuk para penduduk.
Kuatir ada yang tidak beres, Soo-ha kembali ke Hwa Ahn Dang ditemani dengan Dong-gyu dan Chan-min. Bisa ditebak, kehadiran dua pemuda itu lagi-lagi mendapat sambutan dingin dari nenek Lee Hak. Sambil setengah berbisik, wanita tua itu meminta Byeong-tae untuk memberi pekerjaan 'ekstra' pada keduanya.

Demi melihat apa yang terjadi, Soo-ha mengajak dua pembantunya melihat keramaian di panggung yang dibuat Bok-man. Tepat setelah ketiganya pergi, Hwa-ran mendatangi Hwa Ahn Dang dan tersenyum melihat rencananya berhasil. Namun, disana ia harus menahan perih melihat pendangan mata rindu sang ibu yang kebetulan kembali.

Sebelum naik ke atas panggung, Soo-ha sukses memergoki Dong-gyu dan Chan-min yang menyelinap dan langsung meminta sang paman Byeong-tae untuk mengawasi keduanya. Saat naik, gadis itu sukses membuat yang hadir terpesona dengan dandanan hanbok kemampuannya memainkan drum tradisional.

Berikutnya yang tampil adalah Dong-gyu dan Chan-min yang didandani habis-habisan hingga menyerupai wanita. Namun sebelum keduanya sempat naik, panitia mengumumkan kalau Man-bok bakal memberikan kata sambutan. Keruan saja saat nama itu disebut, wajah para tetua yang hadir langsung berubah.

Baru berbicara satu-dua patah kata, Man-bok langsung mendapat cercaan yang keruan saja langsung memukul mental pria setengah baya itu, yang dihatinya tidak pernah bisa melupakan Hwa Ahn Dang sampai kapanpun. Dari kejauhan, Soo-ha hanya bisa melihat wajah sedih pria itu (yang dituntun putrinya Yoo-il) tanpa bisa berbuat apa-apa.

Untuk kesekian kalinya, Soo-ha kembali disalahkan oleh para tetua karena dianggap sebagai pihak yang mengundang kembalinya keluarga Hwang (khususnya Bok-man) kembali ke Hwa Ahn Dang. Keadaan semakin parah ketika ditengah rapat, kakek tua yang mabuk itu menggedor-gedor pintu masuk.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...