Laman

Kamis, 22 April 2010

Hello Miss (Episode 13)

Dengan tegas, Soo-ha menolak tawaran Chan-min dan bergeming meski pria itu menyebut cinta itu bisa dipelajari. Memasang wajah serius, gadis itu menyebut hanya ingin menikah dengan pria yang dicintai dan kelak tidak akan berpisah selamanya.

Di Seoul, Dong-gyu kembali harus menghadapi kemarahan Man-bok. Terkejut mendengar perkembangan yang terjadi, dengan berani ia melawan sang kakek yang dianggap sudah keterlaluan meski untuk itu harus rela diusir keluar dari TOP Group dalam keadaan tidak punya uang sepeserpun.

Kekalutannya makin menjadi saat Soo-ha (yang dalam keadaan mabuk menelepon) dan menyebut siap menikah asalkan pria itu bisa mencegah niat Man-bok menguasai Hwa Ahn Dang. Tidak memikirkan apapun, Dong-gyu dengan segala cara langsung menuju Hwa Ahn Dang dan berbeda dari biasanya, pemuda itu akhirnya tidak menggunakan cara sembrono dan tidur didepan pintu.

Paginya saat bangun, ia kembali harus menelan kekecewaan karena Soo-ha tidak ingat akan apa yang diucapkan di malam sebelumnya. Untungnya, sikap simpatik Dong-gyu mampu membuat para penghuni Hwa Ahn Dang membela sehingga Soo-ha sempat gelagapan.

Tidak sadar kalau terjadi hal tidak mengenakkan pada diri Dong-gyu, Soo-ha terus memperlakukan pemuda itu dengan buruk dan terus menuduh macam-macam. Tidak punya tempat tinggal lagi, ia berusaha memohon salah satu pembantu Soo-ha untuk memperbolehkannya menempati satu kamar.

Sebelum tidur, Dong-gyu menyerahkan pangsit buatan Soo-ha pada sang asisten, yang kemudian memberikannya pada Yoo-il. Siapa sangka, makanan bercita rasa tinggi itu digunakan wanita tersebut untuk melunakkan hati Man-bok, yang langsung menyukai cita rasa pangsit dan langsung mempromosikan (mantan) asisten Dong-gyu ke bagian makanan.

Di hari upacara adat, Soo-ha dikejutkan oleh pemberitahuan Chan-min yang menyebut telah mengundang kru televisi untuk pengambilan gambar. Saat diwawancara, kesedihan Soo-ha berkurang drastis saat salah seorang tetua menyebut tidak akan menjual Hwa Ahn Dang dalam kondisi sesulit apapun.

Diberondong pertanyaan oleh sang asisten seputar siapa pembuat pangsit yang digemari Man-bok, Dong-gyu diberitahu bahwa Hwa-ran ternyata menghabiskan masa kecilnya di daerah Hwa Ahn Dang. Sontak, ia langsung curiga wanita itu memiliki hubungan dengan Bibi Hwa.

Kecurigaan tersebut akhirnya terbukti saat Dong-gyu diam-diam menyelinap keluar dan melihat dengan mata kepalanya sendiri Hwa-ran memanggil Bibi Hwa dengan sebutan ibu. Kebetulan dari arah berlawanan, Joon-young juga melihat adegan itu.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...