Laman

Sabtu, 19 Maret 2011

Sign (Episode 6)

Tim CSI Korea mulai menggali dan menyelidiki TKP. Mereka mengambil macam2 bukti dari truk, kalung di kaca spion, ponsel Jeong Eun dll

dan ternyata ditemukan juga 4 tengkorak manusia. Astaga.

Ji Hoon berkata ada 4 tengkorak manusia, dia bisa memastikan kalau mereka semua adalah wanita, dilihat dari bentuk tulang panggulnya dan juga tengkorak kepala.

Tapi usia dan waktu kematian yang tepat, masih harus dipastikan di markas pusat. Ji Hoon yakin mereka semua terluka karena kecelakaan lalu lintas.

Di NFS pusat, Dokter Joo ketakutan. Ia menemui Myung Han dan lapor kalau NFS Selatan menemukan 4 tengkorak manusia lagi. Kemungkinan pelakunya sama.

Dokter Jo : Direktur, jika korban2 itu bisa dibuktikan dibunuh oleh orang yang sama. Kasus ini jelas adalah kasus pembunuhan berantai. Direktur, anda salah menilai kasus di depan Wakil Menteri.

Kerja Yoon Ji Hoon akan mendapat pengakuan. Apa yang akan kau lakukan?

Myung Han berkata baginya NFS lah yang terpenting. Seluruh hidupnya akan ia berikan pada NFS. Ini kasus pembunuhan berantai, tidak masalah NFS cabang yang membongkarnya, tidak masalah selama itu adalah NFS.

Yi Han mengejar Woo Jin dan ingin diikut sertakan dalam kasus ini, ia ingin menangkap pembunuhnya. Woo Jin berkata tugas Yi Han adalah menemukan pembakar itu. Sedangkan menangkap pembunuh adalah bagiannya.

Yi Han masih mencoba negosiasi, ia juga ikut andil dalam menemukan TKP, maka ia punya hak untuk bergabung dengan tim. Woo Jin berterima kasih dan memuji Yi Han yang pintar, tapi ia tahu Yi Han tidak bisa kerja dalam tim, jadi tidak bisa ikut.

Da Kyung mengejar Ji Hoon, dan ingin ikut partisipasi dalam kasus ini.
Tapi Ji Hoon berpesan agar Da Kyung tanggung jawab di kantor NFS Selatan. Dan Ji Hoon langsung pergi. Da Kyung hanya bisa ngomel.

Inilah mereka, Da Kyung dan Yi Han dalam mobil polisi dan diantar ke kantor NFS Selatan haha senasib.

Yi Han melihat Da Kyung, apa kau tidak perlu ke RS? Da Kyung membalas, kau yang perlu ke RS.
Yi Han masih bisa menyombong, tidak masalah. Kulitku sering tergores dan luka setiap hari.

Keduanya sampai di kantor NFS. Da Kyung merasa tidak enak dan ia mengobati Yi Han, karena Yi Han terus menolak pergi ke RS.

Yi Han teriak2 ketika Da Kyung mengobatinya. Da Kyung mengejeknya, kalau seperti ini bagaimana kau bisa jadi polisi?

Yi Han tanya, Dokter yang pergi dengan Jaksa, apa dia Dr. Yoon Ji Hoon?
Da kyung membenarkan, kenapa? Tidak kata Yi Han, cuma tanya.

Lalu Da Kyung dan Yi Han mulai mengeluhkan atasan masing2.

Da Kyung berkata kalau Ji Hoon sebenarnya baik hanya saja suka kasar.
Yi Han berkata mereka sama, kau lihat Jaksa perawan tua itu, ada yang mempertaruhkan nyawa untuk memeriksa TKP, tapi dia berkata kalau aku hanya membuatnya sakit kepala.

Da Kyung selesai mengobati Yi Han dan minta untuk mengecek lagi lukanya, siapa tahu serius. Tapi sepertinya tidak terlalu parah.
Keduanya mulai akrab dan Yi Han mengambil anggur dari rak, kita minum sedikit?

Awalnya Da Kyung tidak mau tapi akhirnya keduanya duduk dan bersulang. Da Kyung dan Yi Han masih membicarakan bos masing2.

Woo Jin dan Ji Hoon menunggu Jaksa Ketua di kantor Penuntut Umum. Woo Jin menjelaskan kalau mereka menemukan 4 tengkorak manusia selain 3 korban lain, jadi semua ada 7 korban dengan pelaku yang sama.
Atasan-nya masih skeptis. Woo Jin mengenalkan Ji Hoon, koroner dari NFS Selatan.

Ji Hoon juga memberikan penjelasan, kalau dalam sampel darah Lee Yoon Jo, Go Ah Ran dan Jo Jeong Eun, ada jejak Acepromazine, yang biasa digunakan sebagai obat penenang oleh dokter hewan. Korban diikat dan kemudian dibunuh dengan truk setelah mereka dibius. Dan dikedua tubuh mayat ditemukan memar dengan bentuk rajawali.

Jaksa Kepala masih tidak percaya, karena menurut catatan Jung Woo Jin, dalam kasus Lee Yun Joo adalah kasus tabrak lari, jadi tidak bisa pembunuhan berantai.

Saat itulah Lee Myung Han masuk dan berkata kalau ia akan memberikan penjelasan. Kasus itu, aku sendiri yang menanganinya. Korban-nya, Lee Yoon Joo, 22 tahun.
Myung Han mengaku kalau dalam darah Lee Yoon Joo juga ditemukan Acepromazine.

Myung Han : Jadi, sepertinya Lee Yoon Joo juga adalah korban pembunuhan berantai. Hasil otopsi NFS tidak benar. (apa ini..Myung Han ngaku salah?)

Jaksa Kepala marah dan berkata pada Jung Woo Jin untuk menyita semua bukti dari NFS dan menyerahkan pada DFC (Digital Forensics Center), karena dia tidak bisa mempercayai NFS lagi.

Jaksa akan pergi, tapi Myung Han mencegahnya. Aku yang melakukan kesalahan, bukan NFS. Aku mengaku ini adalah kesalahanku pribadi. Tapi mengenai kasus pembunuhan berantai ini, spesialis NFS yang memeriksanya ada disini, Dr. Yoon Ji Hoon.

Ji Hoon kelihatan tidak mengerti. Tapi Myung Han terus membujuk Jaksa Kepala, ia mengakui kemampuan tim DFC memang luar biasa. Tapi DFC tidak punya dasar untuk prosedur otopsi, biarkan kasus ini diselesaikan oleh NFS.

Myung Han : Meskipun kesalahan ini karena aku, tapi kita berurusan dengan pembunuh berantai, dan sebagai Direktur NFS, aku ingin membentuk tim tugas khusus. Dan tidak akan ada kesalahan lagi. Tim khusus ini akan dipimpin oleh Dr. Yoon Ji Hoon.

Jaksa Kepala setuju, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun. Dan ia memerintah Woo Jin mengumpulkan orangnya untuk satuan tugas khusus ini.

Ji Hoon minum kopi sendirian dan Myung Han mendekatinya, apa kabar, lama tidak jumpa.
Ji Hoon membenarkan, memang lama. Satu tahun tepatnya.

Myung Han memuji Ji Hoon yang bisa memeriksa dengan akurat. Ji Hoon menyindir, semua juga bisa, tapi investasi 50 M Won pasti sudah membutakan mata seseorang.

Myung Han berkata ia ingat pertama kali bertemu Ji Hoon, bahkan ia mewawancara Ji Hoon. Bagi Myung Han, apapun yang terjadi selama tahun2 ini, ia tetap berdedikasi pada NFS.

Ji Hoon berkata kalau Myung Han tidak pernah melakukan untuk NFS, tapi untuk dirinya sendiri, untuk pamer sebagai Direktur NFS. Aku sudah bilang sebelumnya, aku akan kembali untuk membuktikan kalau aku benar. Mulai sekarang, kau akan lihat seperti apa NFS itu aslinya.
Ji Hoon pergi.

Woo Jin memberikan briefing pada tim khusus yang dibentuk. Tentang korban, identitasnya, ditemukan dimana, juga penemuan ke-4 tengkorak manusia itu.
Bukti-bukti yang ditemukan dll.

Di sebuah rumah, seorang pria tua berkemas untuk pergi. Tapi ketika membuka pintu, polisi sudah mengepungnya.

Lalu seorang petugas masuk dan berbisik pada Woo Jin. Woo Jin mengumumkan, tersangka utamanya sudah ditangkap.

Woo Jin : Tanah pertanian dimana tengkorak itu ditemukan adalah miliknya. Namanya Lee jeong Beom, usia 51 th. Dia punya catatan kriminal untuk pelecehan seksual. Dia sudah pernah ditahan dua kali. Lee Jeong Beom mendengar kalau kejahatan-nya sudah terungkap, dia mencoba untuk kabur, tapi ditangkap di lokasi. Sekarang, ia dipindah ke Seoul.

Dia adalah tersangka utamanya, tapi belum ada bukti kalau pembunuhan itu memang dia pelakunya, sejauh ini, kami sudah menemukan kerangka dan beberapa bukti di TKP.

Kembali ke Yi Han dan Da Kyung. Ternyata keduanya sudah menghabiskan 3 botol anggur dan mulai ngobrol dengan santai. Yi Han berkata seharusnya Da Kyung tidak boleh seperti itu sebagai wanita, kau tidak seharusnya memegang tongkat dengan cara seperti itu.
Keduanya membicarakan bagaimana menyerang dalam kendo.

Lalu Da Kyung berkata, apa gunanya kendo? aku mendorong dengan sikuku, kau malah mundur.
Yi Han heran, kapan aku melakukannya?

Da kyung : Bukankah kau menarik pundakku?

Yi Han tidak merasa melakukannya, kapan? Da Kyung menjelaskan, ketika dekat truk, waktu aku telp.

Yi Han benar2 tidak melakukan-nya. Saat aku tiba, aku dengar jeritan, lalu aku lihat ada orang lari dan aku mengejarnya.

Da Kyung baru sadar, lalu..lalu tangan siapa itu? Warna bajunya lain dari bajumu, keduanya sadar. Selain kita, ada orang lain.

Da Kyung dan Yi Han langsung ke halte bis. Tapi itu kota kecil dan bis baru akan beroperasi jam 7 pagi. Sedangkan itu sekitar jam 4 pagi.
Yi Han berusaha mencari tumpangan dari kantor polisi tapi semua polisi sibuk. Tidak ada mobil. Mantel Da kyung juga bukan bukti utama.

Da Kyung berkata, tadi ia mengenakan mantel itu dan ada kemungkinan jejak DNA dari kriminal.
Lalu Yi Han punya ide dan ia menelepon seseorang. Ahn Sook Hyun! OMG!

Yi Han dan Da Kyung menumpang mobil tersangka pembakar itu dan menuju Seoul. Ahn Sook Hyun sempat bercanda, apa aku ini jasa panggilan taksi? kalau ada yang mau kesini, yang lain mau kesana, dan aku harus mengantarnya?
Yi Han : Tutup mulut dan menyetir saja.
Sook Hyun : Aku menyetir, sesuai dengan hukum lalu lintas Korea.

Sook Hyun tanya, apa Yi Han minum? Ada aroma raspberry (ini anak penciuman-nya tajam).
Lalu Da Kyung tanya apa tersangka yang ditangkap adalah pria usia 50-an?
Yi Han membenarkan, ya kenapa?
Da Kyung : Sepertinya salah..

Yi Han mendapat telp dari atasannya dan dimarahi karena tidak kembali ke kantor, jadi mau tidak mau, Yi Han harus lapor ke kantor dulu.

Ji Hoon mengumumkan tim khususnya. Ji Hoon melibatkan semua staf NFS Selatan dan Dokter Koo Sung Tae. Juga Dokter Hong untuk analisis darah.

Mereka terdiri dari ahli forensik untuk rekonstruksi gigi, psikologi kriminal, analisis senjata dan truk, perbaikan memori hp korban, dan analisis darah.

Dokter Joo protes, ini adalah kasus pembunuhan berantai yang menghebohkan negeri dan Ji Hoon sama sekali tidak melibatkan kepala bagian. Kau hanya memilih orang yang tidak ada hubungan-nya sebagai anggota tim!

Ji Hoon dengan tenang berkata : Kalau pangkat tinggi tidak penting. Untuk mengusut kasus ini, orang2 ini tidak terkalahkan. Untuk analisis kecelakaan lalu lintas, grup otopsi jauh lebih pengalaman dari semua yang ada disini.
Bahkan Ji Hoon juga siap dengan rekonstruksi kecelakaan mobil dengan bentuk 3 Dimensi. Semua anggota timnya adalah orang terbaik di bidangnya.

Myung Han minta Dokter Joo duduk, pemimpin tim penyelidik khusus ini bukan dirimu.

Woo jin menghadapi Lee Jeong Beom. Ia berkata kalau Lee kerja sama, paling tidak bisa terhindar dari hukuman mati.

Pria itu lalu berkata, ya, itu aku. Aku yang melakukannya. Semua pembunuhan, aku yang melakukannya. Semua wanita itu.

Ini justru membuat Woo Jin merasa aneh. Kenapa mengaku semudah itu?

Ji Hoon mendapat laporan kalau Lee Jeong Beom sudah mengaku. Ia menyampaikan berita itu dan menyudahi pertemuan.

Setelah semua keluar, Dokter Joo menyampaikan ketidak puasan-nya pada Myung Han. Direktur, kau tetap mengawasi kasus ini kan?

Myung Han belum menjawab. Lalu ada suara, aku juga ingin tahu. Ternyata Jaksa Jang. Ia minta Dokter Joo keluar dulu.

Jaksa Jang berkata : Beberapa waktu lalu, Myung Han melakukan kesalahan. Lalu DFC mau mengambil alih kasus, ia tidak mengijinkannya dan berkeras agar NFS yang menanganinya. Tapi, kau justru kau memberikannya pada Dr. Yoon Ji Hoon.
Kau tahu, ada rumor yang berkembang di kubu oposisi, kalau ada penyelidikan rahasia atas kasus Seo Yoon Hyung.

Jaksa Jang tidak ingin ada rumor saat pemilihan sudah hampir dekat. Jang mengancam Myung Han, kau harus ingat bagaimana kau dapat posisimu sekarang.

Myung Han balas mengancam Jaksa Jang, aku sekarang adalah Direktur NFS, aku tidak akan membiarkan pemalsuan dokumen yang mengakibatkan kematian orang lain.
Jang : Direktur!

Myung Han : Dr. Yoon Ji Hoon adalah orang yang harus kita waspadai, tapi sekarang dia adalah orang yang kita butuhkan. Jika itu berarti aku harus merentangkan sayapnya. Aku akan melakukannya. Tapi..aku tidak akan pernah membiarkannya terbang.

Ahn Sook Hyun mengantar Da Kyung ke NFS pusat.

Da Kyung memberikan mantelnya pada Ji Hoon yang kebetulan keluar dari gedung, mungkin saja ini bukti penting.

Saat di pertanian, ada yang memegang pundakku, dan mungkin itu bukan Detektif.

Da Kyung minta Ji Hoon memeriksa DNA di mantelnya. Ji Hoon mengerti dan akan memeriksanya, lalu minta Da Kyung kembali ke Selatan.

Da Kyung mohon agar diijinkan ikut otopsi. Tapi Ji hoon tidak bersedia.

Da Kyung : Adikku usianya sama dengan Jo Jeong Eun saat ia meninggal. Dia juga sama dengan Jeong Eun, sama-sama masih punya impian, untuk hidup, anak-anak itu tidak pernah kuliah. Pria itu membunuh mereka tanpa alasan. Aku akan..menangkapnya.

Ji Hoon tidak mengijinkan-nya, karena apalagi dengan alasan itu, Da Kyung melibatkan emosinya. Sebagai koroner, perasaan pribadi jelas terlarang.

Da Kyung berkata kalau koroner itu manusia dan menghadapi kasus seperti ini, membuatnya ingin menangkap orang itu.
Ji Hoon tahu itu, tapi perasaan seperti itu bisa membutakan dan menghalangi langkah kita, akhirnya kita akan kehilangan bukti yang ada di depan kita. Kau tidak bisa masuk ke dalam kasus ini. Kembalilah.

Da Kyung mencoba memanasi Ji Hoon, apa tidak mau mengalahkan Lee Myung Han. Tapi Ji Hoon hanya minta Da kyung kembali.

Ji Hoon jalan pergi. Da kyung memanggilnya, Pria itu kidal! Dia meraih pundak kananku dan mengenakan jam tangan.
Ji Hoon mengerti dan jalan kembali.

Da Kyung menghela nafas dan Ahn Sook Hyun mendekat, apa kau sudah selesai? Kau mau kembali ke cabang Selatan? Aku bisa mengantarmu.
Da Kyung tersenyum, terima kasih.

Ji Hoon berbalik dan melihat percakapan Da Kyung dengan Ahn Sook Hyun, ia melihat Da Kyung masuk ke truk putih yang mirip sekali dengan truk pembunuh dan truk itu pergi.

Di dalam, Ji Hoon mencuci tangan dan mengamati dimana ia memakai jam tangannya. ia memandang tas yang berisi mantel Da Kyung.

Ji Hoon masuk ke ruang otopsi. Ia mengangguk pada timnya, semua yang terbaik.

Mereka mengheningkan cipta sejenak dan mulai memeriksa kerangka dan dr. Koo Sung Tae berkata kerangkan ini jelas wanita dari bentuk tulangnya. Dan dari giginya, tidak ada email yang aus, jadi bisa dipastikan ini orang muda.

Berusia 18 th dan ada retak di tengkorak belakang dan juga tulang kering sebelah kanan. Sepertinya waktu kematiannya hampir sama dengan kerangka yang lain. Lalu ada retakan di sebelah kanan rusuk. Apa ini?

Mereka terus memeriksa kerangka2 itu. Kenapa ada retakan di sebelah sini? Itu tulang sekitar siku kanan.

Yi Han sampai di kantor polisi dan tentu saja kena marah. Lalu seorang polisi menegurnya, hei, apa kau tidak lelah? Melakukan hal2 sepanjang hari dan justru kena marah? Kau sudah makan?

Yi Han duduk dan tanya, kemana semua? Polisi itu berkata kalau lapar, ambil saja roti petugas Lee di lacinya.

Yi Han mengambil roti temannya dan mulai makan sambil memeriksa dokumen. Yi Han melihat peta dan menyadari sesuatu, lokasi terjadinya kebakaran dan juga pembunuhan ternyata sama. Tanggalnya juga sama.

Yi Han menemui senior yang lebih pengalaman dan menanyakan hal ini. Seniornya berkata bisa saja ada hubungannya, antara pembunuhan berantai dan kebakaran, mereka dipenuhi oleh hasrat menghancurkan. Tidak ada yang lebih baik daripada api.

Senior : Biasanya pembunuh berantai, punya catatan kriminal melakukan pembakaran ketika masih kecil. Untuk mengalami kesenangan yang maksimum sebelum dan setelah pembunuhan...pembakaran itu penting. Kenapa kau tiba2 tertarik?

Yi Han berkata mengenai kasus pembunuhan berantai, ia pikir ada hubungan dengan kasus pembakaran yang ia tangani.

Yi Han menunjukkan peta lokasi kebarakan dan juga penemuan tubuh Lee Yun Joo dll, harinya sama.
Seniornya setuju, tidak jelas, tapi mungkin juga bukan kebetulan. Mungkin ada hubungannya.

Seniornya menunjuk peta, lihat, bukankah apinya ada di daerah ini. Biasanya pembakaran bisa direncanakan atau tidak. Ini bukan kriminalitas yang acak, ada semacam pola disini. Biasanya penjahat memiliki dendam.

Yi Han mengerti dan mulai menyelidiki daerah yang dikelilingi oleh lokasi2 pembakaran dan pembunuhan itu. Daerah yang tidak akan dipikirkan oleh yang lain.

Sementara itu Ji Hoon dan tim menemukan kalau kasus Lee Yun Joo memang sudah beda sejak awalnya. Dibandingkan dengan kerangka yang mereka temukan, teknik pembunuhan-nya simpel, satu kali pukulan keras di kepala.

Tapi Lee Yun Joo beda, ini seperti perburuan kucing dan tikus. (Jadi ingat Shim Gun Wook, kucing selalu memainkan tikus sebelum akhirnya membunuhnya )

Yi Han sampai di sebuah kontrakan dan ternyata Ibu Lee Yun Joo tinggal disitu.
Ibu Yun Joo menunggu mayat putrinya, ia ingin memakamkan anaknya dan tanya apa Yi Han sudah menemukan pembunuh putrinya?

Yi Han masuk dan mengamati foto2 Yun Joo, dan ibunya menyajikan teh.

Yi Han menanyakan kondisi Ibu Yun Joo, apa kalian selama ini tinggal disini? Ibu Yun Joo berkata mereka baru 3 tahun disini, biasanya di Gyeongnam (Selatan).

Yi Han tanya, apa ada yang menyimpan sakit hati pada putrimu? apa ada pacarnya atau orang yang ia putuskan atau teman yang tidak cocok?
Ibu Yun Joo berkata tidak ada yang seperti itu, hanya saja...

Yi Han : apa?
Ibu Yun Joo cerita, dulu, ketika masih SMU, Yun Joo punya pengalaman buruk dengan teman pria satu kelasnya. Anak itu kasar sekali, ia mengikuti dan menelepon Yun Joo setiap hari.

Ibu Yun Joo : Dia pernah memanggilnya keluar dan juga membakar rumah kami.
Yi Han kaget, api? kau bilang api?

Ji Hoon mendengarkan penjelasan psikolog kriminal, ada kasus pembunuhan yang mirip ini terjadi di Italia.

Ada seorang pria. Ia ingin membunuh wanita A karena wanita ini menolak cintanya.
Maka pria itu mulai berlatih membunuh agar bisa sempurna. Setelah membunuh 2 orang, ia jadi percaya diri.
Lalu ia membunuh wanita A itu. Tapi, kemudian pria itu tidak bisa berhenti. Ia jadi terobsesi oleh pembunuhan.

Ji Hoon : Jadi maksudmu, si A ini adalah Lee Yun Joo?
Dokter itu yakin, Lee Yun Joo adalah awal dari semua kasus ini.

Seorang dokter mengatakan pendapatnya, ada yang aneh. Di dua kerangka pertama, tulang lengan kanan-nya retak. Ini juga terlihat pada kasus Jo Jeung Eun.

Ji Hoon ingat sesuatu, lalu ia bergegas mengambil sebuah martil. Tiba-tiba ia menyerang Dokter Kim dengan martil itu, tapi Ji Hoon pakai tangan kiri.

Dokter Kim kaget dan reflek mengangkat lengan kanan untuk menangkis.

Ji Hoon menghentikan martil di udara, untuk menyadarkan rekan2nya, seorang yang kidal akan memukul dari sisi kiri dan korban akan otomatis melawan dengan lengan kanan.

Semua mengerti, jadi retak di lengan kanan. Karena ia kidal.
Ji Hoon : Kidal...Go Da Kyung, kau benar.

Di jalan, Ahn Sook Hyun tanya, apa keluarga Da Kyung bisnis jasa pemakaman? Kenapa sedih kalau tidak boleh ikut otopsi. Orang lain pasti sudah ngeri, kenapa Da Kyung tidak.

Bukan seperti itu, jawab Da Kyung. Karena itu pekerjaan.
Sook Hyun tanya apa Da Kyung benar2 melihat penjahatnya. Da Kyung berkata hanya tangannya.
Sook Hyun : Tangan?


Ji Hoon gelisah dan segera telp Woo Jin. Apa kau bisa memastikan kalau orang itu kidal? ini penting!
Woo Jin melihat ke arah Lee Jeong Beom dan tertegun, pria itu makan dengan tangan kanan-nya.

Woo Jin : Lee Jeong Beom...tidak kidal.

Ji Hoon terkejut. Lalu ia mendapat telp dari dokter forensik yang mengambil memori hp milik Jo Jeong Eun. Mereka berhasil menyelamatkan memorinya dan ternyata di saat terakhir, Jo Jeong Eun sempat mengambil gambar wajah pembunuhnya.

Anak itu secara tidak sengaja sempat menekan tombol kamera dan memotret wajah pria itu. Dokter itu segera mengirimkan foto ke Ji Hoon.

Ji Hoon syok, itu pria yang tadi mengantar Da Kyung pulang! (aku tahu Ahn pembunuhnya bukan krn alibi dll, tp krn aku hafal senyum-nya Eun Soo haha)

Sementara itu Yi Han diperlihatkan album sekolah milik Yun Joo. Ibunya menunjukkan foto anak laki yang dulu membakar rumah mereka.
Ayah anak itu meninggalkannya di kantor polisi dan kudengar dia dikirim ke penjara anak untuk dibina.

Yi Han syok, Ahn Sook Hyun!

Ji Hoon langsung menelepon Da Kyung, kau dimana?
Da Kyung menjawab dengan kesal, apa maksudmu dimana, kau minta aku kembali kan? aku di jalan.

Ji Hoon : Jangan ribut dan dengarkan saja. Jangan kaget, sekarang, orang disampingmu adalah pembunuhnya.

Da Kyung menurunkan ponsel dan wajahnya pucat. Ia menoleh ke Sook Hyun.

Sook Hyun tersenyum. Da Kyung membalasnya.
Dan sebelum bisa melakukan apa-apa, Sook Hyun sudah menghantam kepala Da Kyung. BAM!

Di pusat, semua heboh. Woo Jin segera mengadakan meeting bersama Jaksa Kepala dll.

Woo Jin berkata kalau seorang petugas koroner NFS, Go Da Kyung diculik saat akan kembali ke NFS Selatan.
Woo Jin menunjukkan rekaman CCTV NFS pusat. Ji Hoon tampak menyesal melihatnya.

Woo Jin berkata kalau orang ini juga ada catatan kriminal untuk kasus pembakaran. Lalu ia tertegun, Woo jin ingat orang ini. Tersangka yang dibawa Yi Han ke kantornya, tapi dilepas karena kurang bukti. Woo Jin sekarang yang pucat wajahnya.

Detektif Yi Han menerobos masuk. Semua kaget. Aku petugas Choi Yi Han dari CID Songpa. Ada yang harus kusampaikan.
Woo jin : Lepaskan dia. Petugas Choi tahu banyak tentang penculik koroner Go Da Kyung.

Yi Han : Namanya Ahn Sook Hyun, usia 21 th. No mobil : 26-4351, kasus kriminal sebelumnya, 2 kasus pembakaran. Dia pernah punya hubungan dengan teman sekolahnya, Lee Yun Joo.

Woo Jin kaget, apa maksudmu?
Yi Han menjelaskan, ia dengar dari ibu Lee Yun Joo saat menyelidiki kasus pembakaran. Ahn Sook Hyun mencintai Lee Yun Joo tapi bertepuk sebelah tangan dan menguntit-nya. Dia juga membakar rumah Yun Joo.

Setelah ditinggal oleh ibunya, Ahn Sook Hyun pergi ke Gooil mencari ayah kandungnya. Ayahnya adalah orang yang kita kenal, dia sudah kita tangkap. Lee Jeong Beom. Dia bersedia jadi kambing hitam demi anaknya.

Jaksa Ketua langsung tanya, Jaksa Jung Woo Jin, apa kau tahu orang itu?

Woo jin terpaksa mengaku, kalau beberapa hari lalu, Petugas Choi Yi Han mencurigai pria itu dalam kasus pembakaran, dia ditangkap. Tapi aku melepaskannya karena buktinya tidak cukup.

Jaksa Ketua marah2, bravo, bagus sekali. Kau tidak menangkap pembunuh berantai yang ada di depanmu? Apa yang kau lakukan?
Lalu ia langsung memerintah anak buahnya untuk segera bergerak, cari mobil dengan no polisi itu, segera. Apa kalian mau menunggu satu orang lagi meninggal? Selidiki Lee Jeong Beom lebih lagi.

Jaksa Ketua semakin kesal ketika dapat laporan kalau media sudah mendengar ini dan ia akan menggelar jumpa pers. Ia minta Myung Han juga ikut mendampinginya. Kantor Jaksa dan NFS harus kerja sama. Myung Han mengerti. Jaksa itu pergi dengan kesal.

Semua keluar. Tinggal Myung Han dan Ji Hoon. Ji Hoon tampak terpukul.
Myung Han memberi peringatan pada Ji Hoon : Ini benar2 mempermalukan NFS. Apa hal pertama yang kau katakan saat kau kembali kesini...Tanggung jawab. Kita bicarakan ini nanti.

Yi Han mengejar Woo Jin, Kau tidak apa-apa?
Woo Jin kesal, menurutmu?

Yi Han berkata, ia juga menyesal. Karena dia membiarkan Dr. Go Da Kyung masuk ke truk Ahn Sook Hyun. Aku yang melakukannya. Aku membawanya ke jebakan kematian. Kumohon, ijinkan aku bergabung dengan polisi.

Para staf NFS mendengar berita tentang hilangnya koroner NFS Go Da Kyung dengan bosan, selalu saja pernyataan-nya sama.

Ayah Da Kyung marah dan menangis : Anakku diculik dan kau minta aku menunggu? Lihat saja kalau itu putrimu yang diculik! Apa kau akan menunggu?

Ji Hoon muncul dan tanya apa anda ayah Go DA Kyung? Aku Yoon Ji Hoon, atasannya. Ini semakin membuat orang tua ini marah. Ia mencengkeram baju Ji Hoon dan teriak, kau! Kau menggoda putriku! Kau membuatnya tertarik dengan NFS! Bagaimana kau bisa melakukan ini pada putriku! Apa kau tahu betapa berharganya putriku bagiku?

Lalu ia terjatuh dan menangis, kumohon, selamatkan dia..selamatkan dia!!

Ji Hoon tidak tahan dan ia segera pergi. Dokter Ko Sung Tae ingin mengantar Ji Hoon, tapi Ji Hoon justru minta pinjam mobil Dokter Ko. Kumohon Dokter, pinjami aku mobilmu.
Dokter Ko mengerti dan menyerahkan kunci mobilnya. Ji Hoon pergi mencari Da Kyung.

Truk Ahn Sook Hyun tertangkap kamera. Ketemu! No polisi 4351 jam 2:30 siang lewat Plaza pusat.
Ini Sekalian pamer fasilitas CCTV lalu lintas Korea yang detil. Mereka mengikuti truk itu dan tim pengejar segera dikerahkan. Yi Han juga ikutan.

Ji Hoon dijalan dan ingat penjelasan rekannya, kalau dari Lee Yun Joo ke Jo Jeong Eun, jarak kematiannya semakin cepat. Dari satu minggu, lalu 5 hari, lalu 2 hari. Aku takut, korban berikutnya akan dibunuh kurang dari sehari.

Da Kyung sadar. Ia ada di sebuah gudang kosong. Tangannya terikat. Da Kyung berusaha melepas ikatan tapi belum bisa.

Ahn Sook Hyun masuk, kau sudah sadar. Dia mengambil bangku dan duduk di depan Da Kyung. Apa sakit?
Sook Hyun berkata yang lain menderita pukulan lebih parah, tapi Da Kyung bukan tipenya.

Da Kyung tanya, apa semua ini hanya untuk kesenangan ?

Sook Hyun : Yang terakhir mati itu tidak menyenangkan. Saat aku memintanya lari, dia mulai menangis, tolong aku! biarkan aku pulang! Karena terlalu mengganggu, aku bunuh saja dia.
Da Kyung : Anak-anak itu tidak tahu apa-apa. Ada apa dengan mereka?

Sook Hyun : Kau ini orang dewasa, kau seharusnya tahu. Orang tidak akan mati hanya karena mereka salah. Tapi juga karena sial.

Da Kyung yang semakin bisa melepaskan ikatannya, Tidak. Aku percaya kalau di dunia ini, orang yang membuat kesalahan akan membayar harganya. Kau pasti juga akan membayarnya.

Sook Hyun : Sebelum itu terjadi..kau mati. Seperti anak-anak itu. Mereka mati disaat ingin sekali hidup. Apa kau akan seperti itu?

Da Kyung : Jika kau pikir kau bisa membunuhku, coba saja. Aku jelas tidak akan mati di tanganmu!
Lalu Da Kyung menerjang Sook Hyun, ia memukul kepala Sook Hyun, menjatuhkan pria itu dan Da Kyung lari.

Sook Hyun berdarah kepalanya, ia terjatuh. Lalu bangun dan menyeringai.
(Eun Soo ini bagus sekali aktingnya haha..Sign ini hobi pakai aktor yang terkenal untuk jadi cameo pembunuh, nanti Sekretaris Kim juga ada.)

Ji Hoon masih di jalan dan teringat kata2 Da Kyung, tentang anak2 yang tidak bersalah dan harus mati sia-sia. Padahal mereka masih ingin sekolah dll.
Ji Hoon : Asalkan ia hidup..asalkan dia hidup.

Da Kyung melarikan diri dan sembunyi. Sook Hyun jalan lalu mengambil besi, kau dimana....? Ini menyenangkan.

Da Kyung berusaha mencari jalan, ia tidak kenal daerah itu dan sedikit disorientasi. Ia terus lari.

Ahn Sook Hyun masuk ke truknya, dimana kau?
Lalu ia melihat Da Kyung, ah itu kau disana.

Truk Sook Hyun segera melaju ke arah Da Kyung.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...