Laman

Tampilkan postingan dengan label Spring Waltz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spring Waltz. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Februari 2011

Spring Waltz (Series 2006)


Details
Title: 봄의 왈츠 / Bom-ui Wal-cheu
English title: Spring Waltz / Endless Love 4
Genre: Romance
Episodes: 20
Broadcast network: KBS2
Broadcast period: 2006-Mar-06 to 2006-May-16
Air time: Monday & Tuesday 21:55 (In Korea)
Theme Song: One Love by Loveholic
Related TV shows: Autumn Tale, Winter Sonata, Summer Scent


Cast
Seo Do Young as Lee Su Ho/Yoon Jae Ha
Han Hyo Joo as Suh Eun Young/Park Eun Young
Daniel Henney as Phillip
Lee So Yeon as Song Yi Na

Supporting Cast
Geum Bo Ra as Hyun Ji Sook (Jae Ha's mother)
Jung Dong Hwan as Yoon Myung Hoon (Jae Ha's father)
Kim Hae Sook as Jo Yang Soon (Eun Young's aunt/adoptive mom)
Choi Si Won as Park Sang Woo (Eun Young's cousin)
Choi Ja Hye as Hong Mi Jung (Eun Young's best friend)
Park Chil Yong as Park Doo Sik (Eun Young's father)
Lee Han Wie as Lee Jung Tae (Su Ho's father)
Lee In Sung as Lee Kang Goo (Su Ho's brother)
Park Hee Jin as Kim Hee Jin (Yi Na's friend)
Kim Mi Kyung as Kim Bon Hee (Mi Jung's mother)
Eun Won Jae as young Lee Su Ho
Han So Hee as young Eun Young
Yoon Yoo Sun as Eun Young's birth mother


Production Credits
Production Company: Yoon's Color
Executive Producer: Kim Jong Sik, Park In Taek
Chief Producer: Moon Bo Hyun
Producer: Lee Jae Sang
Director: Yoon Suk Ho
Screenwriter: Kim Ji Yun (김지연), Hwang Da Eun (황다은), Ha Mi Sun


Synopsis
Park Eun Young (Han Hyo Joo), siang hari bekerja di restoran sushi rumput laut, malamnya id berjualan baju dan aksesoris di pasar malam. Karena tiap hari selalu berhubungan dengan konsumen maka sifat Eun Young jadi mudah bersosialisasi. Walaupun ia tidak mengenyam pendidikan yang tinggi, tapi dia memiliki sepasang tangan yang handal dalam membuat aksesoris yang dijualnya sendiri. Mungkin sikap hidupnya yang serius ini mengharukan Tuhan sehingga keberuntungan terus menyertainya. Eun Yong menjadi pemenang dalam Kompetisi desain aksesoris yang diikutinya dan sebagai hadiahnya dia dikirim ke Eropa untuk bersekolah di sana. Kesukaan Eun Young dipupuk sejak kecil, saat kecil ia sudah sangat suka pada berbagai pernak-pernik. Saat mengerjakan aksesoris, ketika dia melihat kerang dia akan teringat pada seseorang. Orang itulah yang dulu mengubah hidupnya saat dia masih anak-anak.

Yoon Jae Ha (Suh Do Young), seorang pianis berbakat yang sangat terkenal di Korea. Dia sangat berbakti dan hormat pada orang tuanya, tidak sombong, tapi karena sifatnya terlalu penyendiri, dia hanya mempunyai satu-satunya teman akrab yaitu Phillip (Daniel Henney). Sifat Jae Ha yang polos itulah yang menarik Phillip untuk semakin dekat dengan Jae Ha dan Jae Ha sendiri juga tak ingin orang lain selain Phillip melihat sisi dirinya, walaupun ayah dan ibunya sekalipun.

Sebuah kejadian di masa kecil menjadi rahasia di antara mereka dan yang tahu rahasia ini di dunia hanya 3 orang.....

Nasib dan takdir mempertemukan Jae Ha dan Eun Yong untuk saling mengasihi, saling menyayangi dan saling menghibur sakit hati satu sama lain.

Sumber :
http://wiki.d-addicts.com
http://korean-mandarindrama.blogspot.com

Sabtu, 07 Agustus 2010

Spring Waltz (Episode 3)



Melihat putranya terus bersedih, ayah Su-ho bisa menebak bahwa pemuda cilik itu sangat menyukai Eun-young. Namun ada masalah besar yang kembali menghampirinya : ia kembali didatangi sejumlah pria dari Seoul berkaitan dengan hutang.

Diam-diam, para penduduk pulau mulai membicarakan ayah Su-ho namun tentu saja hal itu tidak dipercaya oleh ibu Eun-young. Ketika sedang berbincang-bincang dengan putranya, ayah Su-ho mendengar bahwa ibu Eun-young diam-diam telah menabung dalam jumlah yang cukup besar untuk biaya operasi putrinya.




Dengan nekat, pria itu diam-diam masuk kedalam rumah ibu Eun-young, mengambil semua tabungan yang dimiliki, dan kabur dari pulau. Bisa dibayangkan, bagaimana reaksi sang empunya rumah saat pulang dan melihat kediamannya berantakan. Dengan wajah putus asa, ibu Eun-young berusaha mengejar namun terlambat, feri yang dinaiki ayah Su-ho sudah meninggalkan pulau.

Kejadian itu membuat Su-ho makin terpukul, apalagi mengingat aksi sang ayah yang malah mencelakai Eun-young. Dengan tekad bulat, ia memutuskan untuk pergi dari pulau dengan perahu untuk mencari sang ayah dan memintanya mengembalikan uang yang diambil. Aksi tersebut dilihat oleh Eun-young, yang tanpa perduli dengan keselamatannya memutuskan untuk menceburkan diri ke laut dan mengejar perahu Su-ho.

Saat berusaha kembali ke pulau, arus malah membawa mereka semakin ke tengah hingga akhirnya terdampar di pulau lain. Untungnya, pulau tersebut dihuni oleh sepasang kakek-nenek yang baik hati. Sadar kalau keberadaannya hanya membawa bencana, Su-ho kembali berniat meninggalkan Eun-young, dan lagi-lagi gadis cilik itu berhasil mengikutinya.

Dengan penuh harapan, keduanya berangkat ke Seoul untuk mencari ayah Su-ho dan ibu Eun-young tanpa sadar bahwa yang terakhir mengalami kecelakaan saat berusaha melacak keberadaan uang yang dicuri. Penolakan demi penolakan diterima oleh Su-ho, yang ayahnya dianggap sebagai penipu. Sambil menunggu, Eun-young duduk di anak tangga dan karena kelaparan, memakan sisa makanan dari piring kotor didekatnya.

Dengan kantong yang semakin menipis, Su-ho dengan putus-asa terus berusaha melacak keberadaan sang ayah hingga ke tempat main judi yang biasa dikunjungi namun tetap sia-sia. Sempat terpisah dengan Eun-young, keduanya duduk di bangku taman hingga larut malam. Saat menyanyikan lagu nina bobo, Su-ho tercekat melihat Eun-young tidak sadarkan diri dan langsung menggendongnya ke rumah sakit.

Perasaan Su-ho bertambah sedih ketika mendengar percakapan antara salah seorang penduduk pulau yang datang untuk menjemput Eun-young dengan resepsionis rumah sakit yang menyebut bahwa ibu gadis cilik itu telah tiada. Sempat terlibat kejar-kejaran, Su-ho masuk ke sebuah kamar untuk bersembunyi. Siapa sangka, disana ia malah bertemu seorang perempuan yang begitu mengenalnya.

Spring Waltz (Episode 2)


Sambil memainkan lagu, ingatan Jae-ha terbawa ke masa lalu saat seorang bocah bernama Lee Su-ho dibawa oleh sang ayah ke sebuah pulau terpencil untuk melarikan diri dari kejaran penagih hutang. Meski menderita, Su-ho tetap gembira karena bisa bersama ayahnya.

Rupanya karena kasus serupa, Su-ho telah berulang kali berpindah-pindah tempat tinggal. Bahkan dalam sebuah kesempatan, ia sempat ditelantarkan di sebuah panti asuhan oleh sang ayah, yang menghilang tak tentu rimbanya, selama setahun sebelum kemudian dijemput lagi.

Karena itu, ia berusaha untuk berada disamping pria itu, yang dengan segala cara berusaha meninggalkan Su-ho mulai dari menitipkannya ke sahabatnya saat kecil yang punya putri bernama Eun-young hingga pura-pura sakit di tengah padang rumput. Cara yang terakhir ternyata berhasil, dan Su-ho hanya bisa menangis melihat perahu yang membawa sang ayah meninggalkan pulau yang baginya asing sama sekali.

Duduk dengan perasaan jengkel di pinggir pantai sampai matahari terbenam, Su-ho akhirnya menuruti ajakan Eun-young, yang terus menunggu meski pemuda cilik itu menolak ikut, untuk tinggal dirumah yang ditinggallinya bersama sang ibu sambil menunggu ayahnya datang.

Namun baru di hari pertama, Su-ho sudah tidak betah dan dengan sedikit paksaan meminta uang jajan Eun-young, yang ingin digunakannya untuk membayar sewa perahu feri alias pergi dari pulau. Namun karena ternyata apa yang diperolehnya tidak cukup, bocah laki-laki itu akhirnya kembali dengan wajah merengut sambil mengikuti Eun-young ke sekolah.

Berulang kali bersikap kasar, lama-lama Su-ho luluh juga oleh ketulusan Eun-young yang setia menemaninya. Yang membuat Su-ho trenyuh, Eun-young terlihat begitu sedih dan bercucuran air mata saat mengira dirinya benar-benar pergi meninggalkan pulang.

Bahkan, hubungan keduanya semakin dekat terutama saat Eun-young terlibat insiden yang membuatnya nyaris tenggelam. Dengan bercucuran air mata, Su-ho berjanji untuk terus berada disamping gadis cilik itu. Sejak saat itu, keduanya nyaris tidak terpisahkan meski niat Su-ho untuk meninggalkan pulau dan mencari sang ayah tetap membara.

Tak disangka, pria yang dinanti-nanti malah muncul beberapa hari kemudian saat Su-ho nyaris dihajar seorang anak yang lebih besar karena dirinya dianggap menipu uang sejumlah bocah. Tidak cuma membawa hadiah untuk sang putra, Eun-young dan ibunya, ayah Su-ho juga berniat untuk menetap di pulau tersebut.

Spring Waltz (Episode 1)




Dalam perjalanan menuju Austria untuk satu keperluan, Park Eun-young tanpa sengaja duduk di sebelah seorang perempuan Korea bernama Song Yi-na yang secara kebetulan melakukan sebuah hal yang pernah diberitahukan seseorang dari masa lalu kepadanya.

Begitu tiba, sempat terjadi kesalahpahaman dengan pria bernama Philip, yang mengira Eun-young adalah Yi-na yang mesti dijemputnya. Bahkan oleh Eun-young, yang bahasa Inggrisnya pas-pasan, Philip sempat dikira sebagai pencuri. Kehadiran Yi-na sendiri adalah untuk mewawancarai pianis Korea terkenal Yoon Jae-ha yang dikenal penyendiri.

Rupanya selain untuk mewawancara, Yi-na punya hubungan masa lalu dengan Jae-ha. Sayang, pria yang diharap bisa mengenalinya malah bersikap dingin. Sempat putus asa, Yi-na diingatkan oleh Philip yang adalah manajer Jae-ha bahwa bukan tidak mungkin perubahan sikap sang klien disebabkan oleh perpisahan keduanya yang telah berlangsung 15 tahun.

Saat mengantar Yi-na ke hotel, tanpa sengaja Philip bertemu lagi dengan Eun-young. Tertarik dengan sikap lugu gadis itu, Philip menawarkan diri sebagai pemandu untuk menemani Eun-young melihat-lihat kota Vienna yang indah. Sempat diwarnai sejumlah kejadian lucu, terutama karena komunikasi keduanya yang tidak lancar akibat perbedaan bahasa, Eun-young akhirnya diberikan tiket konser piano Jae-ha yang digelar di Salzburg.

Di perjalanan menuju Salzburg dengan menggunakan kereta, siapa sangka Eun-young malah satu ruangan dengan Jae-ha (yang memperkenalkan dirinya dengan nama Chris). Sempat jengkel dengan sikap Jae-ha yang jauh dari ramah, mereka akhirnya berkenalan dengan cara yang tidak biasa.

Dasar cuek, dinginnya sikap Jae-ha tidak membuat Eun-young diam namun malah terus berceloteh meski ia tahu pria Korea itu pelit bicara. Sebaliknya, keceriaan dan keisengan Eun-young membuat Jae-ha kembali mengingat suatu kenangan penting dari masa lalunya. Sebelum berpisah, gadis itu menyerahkan satu tiket konser yang diperolehnya dari Philip untuk Jae-ha.

Menghabiskan waktu berkeliling untuk melihat keindahan Salzburg dan kerajinan tangan kota tersebut, Eun-young dengan ragu-ragu masuk ke gedung konser yang begitu prestisius. Sempat dikejutkan oleh Philip yang muncul tiba-tiba dibelakangnya, gadis itu sempat ketar-ketir saat pria blasteran itu duduk di kursi yang seharusnya diduduki Jae-ha.

Namun dengan cepat, Philip mengungkapkan bahwa dirinya adalah manajer pianis yang bakal tampil dan bakal segera kembali ke belakang panggung. Bisa dibayangkan, bagaimana reaksi Eun-young saat melihat sang pianis adalah Chris alias Jae-ha yang dikenalnya di kereta.

Meninggalkan tempat konser sebelum acara selesai, Eun-young langsung tercekat begitu mendengar Chris memainkan alunan lagu yang sudah dikenalnya. Tanpa sadar, gadis itu terduduk sambil menahan tangis karena mengingat kenangan masa lalu yang begitu berkesan bersama seorang bocah laki-laki seumurnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...